Kamis, 20 Oktober 2011

CHAPTER 5

PENGOLAHAN INFORMASI DAN PERSEPSI KONSUMEN
( INFORMATION PROCESSING AND PERCEPTION )
 
Proses pengolahan informasi konsumen terjadi karena salah satu panca indera manusia menerima ransangan ( stimulus ) seperti iklan atau merek produk yang ditayangkan di televisi atau radio .
William Mc Guire menyatakan ada lima tahapan pengolaan informasi yakni :
1. Pemaparan (exposure ) stimulus yang menyebabkan meyadari proses stimulus.
2. Perhatian ( attention ) yang merupakan kapasitas pengolahan yang dialokasikan konsumen agar stimulus masuk.
3. Pemahaman ( comprehension ) interpretasi terhadap makna stimlus.
4. Penerimaan ( acceplance ) dampak persuasif stimulus kepada konsumen
5. Retensi ( retention ) pengalihan makna stimulus dan pesuasif ke ingatan
proses tersebut maka konsumen akan meyimpan informasi kedalam long term memory sebagai referensi dalam pengambilan keputusan.
 
 
CHAPTER 6
PROSES BELAJAR KONSUMEN
( CONSUMER LEARNING )
 
    Konsep pembelajaran dibutuhkan memahami kebiasaan, pembelajaran dapat didefenisikan sebagai perubahan perilaku yang berasal dari hasil pengalaman masa lalu. Ada dua aliran pemikir tehadap pemahaman proses pembelajaran konsumen 
(1) pembelajaran perilaku. Menitiberatkan pada dorongan pada pengaruh perilaku atau perilaku itu sendiri. 
(2)   pembelajaran   kognitip  menitiberatkan pada pemecahan masalah dan menekankan pada variabel pemikiran konsumen yang mempengaruhi pembelajaran.
    Dalam kelompok perilaku dikembangkan dua teori pembelajaran, perbedaan terjadi pada “  classical conditioning   “ dan   “  Instrumental conditioning. 
Pada   “ classical   conditioning”   menerangkan perilaku berdasar pada pendirian hubungan tertutup     antara dorongan primer dan dorongan sekunder. 
“   Instrumental conditioning    “  memandang perilaku sebagai fungsi dari tindakan konsumen Kepuasan mengarahkan pada kemungkinan melakukan pembelian.
    Pembelajaran   mengarahkan   kepada   pembelian   yang   berulang   dan   kebiasaan. Dalam model yang  menggambarkan perilaku  kebiasaan    pembelian, pengarahan kebutuhan mengarah langsung pada perhatian membeli, pembelian selanjutnya, dan evaluasi sesudah pembelian. Proses pencarian informasi dan evaluasi merek sangat sedikit (minimal).  Kebiasaan   menggambarkan   dua  fungsi   penting,  yaitu   penurunan   resiko  untuk pembelian  dengan   tingkat   keterlibatan   yang  tinggi  dan   penghematan   waktu  serta energi untuk produk dengan tingkat keterlibatan yang rendah. Kebiasaan seringnya mengarahkan kepada kesetiaan merek yaitu pada pembelian yang berulang berdasarkan pada kesesuaian merek. Teori  pembelajaran
yang berbeda menjabarkan dua pandangan yang berbeda terhadap kesetiaan merek. Pendekatan  instrumental     conditioning menunjukkan bahwa pembelian yang konsisten  terhadap   suatu   merek  mencerminkan komitmen  terhadap   suatu  merek.
Tetapi   sebagian   loyalitas  mencerminkan   pembelian   yang   berulang adalah bukan karena komitmen dengan merek tetapi merupakan proses inertia. Kelompok kognitip percaya bahwa perilaku saja tidak cukup sebagai ukuran loyalitas, diperlukan komitmen sikap terhadap suatu merek. 
 
 
CHAPTER 7
PENGETAHUAN KONSUMEN
( CONSUMER KNOWLEDGE )
 
Pengetahuan konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam produk dan jasa, serta pengetahuan lainnya yang terkait dengan produk dan jasa tersebut dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen.
Engel, Blackwell, dan Miniard membagi pengetahuan konsumen ke dalam tiga macam: pengetahuan produk, pengetahuan pembelian, dan pengetahuan pemakaian. 
Pengetahuan Produk
Pengetahuan produk adalah kumpulan berbagai macam informasi mengenai produk. Pengetahuan ini meliputi kategori produk, merek, terminologi produk atau fitur produk, harga produk, dan kepercayaan mengenai produk. Peter dan Olson membagi tiga jenis pengetahuan produk: pengetahuan tentang karakteristik atau atribut produk, pengetahuan tentang manfaat produk, dan pengetahuan tentang kepuasan yang diberikan produk bagi konsumen.
Pengetahuan Pembelian
Pengetahuan pembelian terdiri atas pengetahuan tentang toko, lokasi produk di dalam toko tersebut, dan penempatan produk yang sebenarnya di dalam toko tersebut. Perilaku membeli memiliki urutan sebagai berikut:
  • Store contact: tindakan mencari outlet, pergi ke outlet, dan memasuki outlet.
  • Product contact: mencari lokasi produk, mengambil produk tersebut, dan membawanya ke kasir.
  • Transaction: konsumen akan membayar produk tersebut dengan tunai, kartu kredit, kartu debet, atau alat pembayaran lainnya.
Pengetahuan Pemakaian
Pengetahuan pemakaian produk sangat penting bagi konsumen. Suatu produk akan memberikan manfaat jika produk tersebut telah digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen. Konsumen akan mendapatkan manfaat yang maksimal dan kepuasan yang tinggi apabila mengonsumsi produk dengan benar. Produsen sangat berkepentingan untuk memberitahu konsumen bagaimana cara menggunakan produknya dengan benar.

MATERI PERILAKU KONSUMEN

Capter I


PERILAKU KONSUMEN  ( CONSUMER BEHAVIOR )
 
 
   Perilaku konsumen menyangkut masalah keputusan yang diambil seseorang
dalam persaingannya dan penentuan untuk mendapatkan dan mempergunakan barang dan
jasa.
"Swastha dan Handoko (2000:10) mengatakan:
Perilaku konsumen (consumer behavior) dapat didefinisikan sebagai kegiatan-kegiatan
individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-
barang dan jasa-jasa, termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan
dan menentukan kegiatan-kegiatan tertentu.
     Dari pengertian di atas maka perilaku konsumen merupakan tindakan-tindakan dan
hubungan sosial yang dilakukan oleh konsumen perorangan, kelompok maupun
organisasi untuk menilai, memperoleh dan menggunakan barang-barang serta jasa
melalui proses pertukaran atau pembelian yang diawali dengan proses pengambilan
keputusan yang menentukan tindakan-tindakan tersebut
 
Proses Keputusan Membel
Menurut (Kotler, 2000:204) tahap-tahap yang dilewati pembeli untuk mencapai
keputusan membeli melewati lima tahap, yaitu:
a. Pengenalan Masalah
b. Pencarian Informasi
c. Evaluasi alternative
d. Keputusan Membeli
Chapter II

MOTIVASI KONSUMEN ( CONSUMER MOTIVATION )
 
Motivasi merupakan  dorongan/tenaga pendorong pada diri individu/seseorang untuk melakukan sesuatu guna memenuhi kebutuhannya yang belum terpenuhi.
Secara umum, kebutuhan manusia sebagai individu terbagi menjadi dua, kebutuhan dasar dan kebutuhan perolehan.

No
Basic Need (Kebutuhan Dasar)
Acquired Need (Kebutuhan Perolehan)
1
Bersifat fisiologis biogenis
Bersifat psikologis psikogenis
2
Makanan, minuman, air, udara, pakaian, perumahan, seks
Memperoleh penghargaan diri, martabat, kasih sayang,kekuasan, pengetahuan
3
Disebut kebutuhan primer/motif primer
Disebut kebutuhan sekunder/motif sekunder

Semua prilaku individu yang didorong motivasi-motivasi tersebut,  dilakukan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Hasil yang diinginkan inilah yang  disebut sebagai sasaran.
Pemilihan ssasaran , bagi setiap individu berbeda satu sama lai, tergantung beberapa hal yakni,
  1. Pengalaman pribadi
  2. Kemampuan fisik
  3. Norma dan nilai yang berlaku
  4. Kemudahan mencapai sasaran



Chapter 3

KEPRIBADIAN KONSUMEN ( CONSUMER PERSONALITY )
 
Ada banyak teori tentang kepribadian. Namun dikaitkan dengan prilaku konsumen, ada tiga  teori kepribadian  utama, yakni teori Freud, teori Neo Freud dan teori sifat. Ketiga teori ini bisa dijadikan landasan penting dalam studi hubungan antara perilaku konsumen dan personality konsumen. Berikut perbedaan mendasar ketiga teori tersebut
 
No
Freud
Neo Freud
Sifat/Trait
1
Dasar pemikiran : manusia memiliki dorongan yang tidak disadari.
Dasar pemikiran : pembentuan dan pengembangan kepribadian didasari hubungan sosial
Dasar Pemikiran: kepribadian manusia bisa diukur menurut karakteristik psikologis khusus yang disebut sifat.
2
Kepribadian manusia dipengaruhi tiga komponen.
·    Id. Dorongan primitive dan sering dalam bawah sadar
·    Superego, rem yang  mengendalikan kekutan id yangs erring impulsif
·    Ego, pengendalian diri secara sadar
Kepribadian manusia digolongkan ke dalam tiga kelompok.
·      Patuh (compliant), ingin mendekati orang lain, ingin disayang, diperhatikan
·      Agresif, ingin menjauhi orang lain, ingin unggull dan dikagumi.
·      Lepas dari orang lain (detached),ingin kebbeasan, mencukupi kebutuhan sendiri, bebas dari kewajiban.
Manusia berbeda karena adanya sifat berbeda pada setiap individu. Dilihat dari sifatnya. Manusia bisa dikelompokan menjadi tiga,
· Keinovatifan, sejauh mana seseorang menerima berbagai penglaman baru.
· Materialisme, yakni kecenderungan manusia pada kepemilikan duniawi.
· Etnosentrisme, menerima atau menolaknya seseorang terhadap sesuatu yang datang dari luar negeri.

3
Para konsumen sering tidak menyadari alasan mereka mengkonsumsi sesuatu
Prilaku konsumen tergantung bagaimana posisi atau prilakunya dalam lingkungan social.
Konsumen membuat pilihan mereka dan dengan pembelian atau konsumsi golongan produk yang luas, bukan merek tertentu